PURWAKARTA, Rajawalinews.- Sekda Kabupaten Purwakarta, Iyus Permana langsung memberikan hak jawab terkait publikasi dugaan bansos menggunakan beras oplosan.

Sekda yang dalam hal ini mewakili Kepala Dinas Sosial, Asep Surya yang enggan hadir, mengundang awak media dalam jumpa pers di ruangan sekda, Jumat (15/5/2020).

“Ini salah Dinsos,” kata Iyus mengawali pembicaraan.

Selanjutnya Sekda menjelaskan, beras yang ditemukan wartawan di lorong Dinsos adalah beras sampel dari Bulog Purwakarta.

“Saat ibu Bupati mengunjungi Dinsos dan mengecek beras tersebut, Ambu merejectnya dan meminta diganti beras premium untuk bansos Pemkab Purwakarta,” kata Sekda.

Ketika dipertanyakan kenapa beras reject sudah dalam bentuk puluhan kemasan, Iyus menjelaskan, beras sampel jumlahnya banyak.

“Kesalahan Dinsos adalah tidak langsung mengembalikan beras reject ke Bulog. Kami akui itu,” ujarnya.

Terkait beras Bansos yang akan dibagikan, Iyus menjelaskan, bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) sebanyak 100 ton beras jenis medium untuk PSBB.

“Sementara itu, Pemkab Purwakarta akan menyalurkan 32 ton beras jenis premium. Dan saya menjamin beras yang akan disalurkan ke warga dampak covid 19, adalah jenis premium,” katanya. (Vans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here