Bekasi, Rajawalinews – Bantuan Langsung Tunai (BLT) diberikan kepada warga terdampak virus Corona (Covid-19). Bantuan ini diberikan sebagai upaya pemerintah dalam penanganan dampak virus covid-19 di Negara Indonesia.

Bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat layak menerima bantuan, sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi merupakan Desa yang pertama yang ada di Kabupaten Bekasi yang menyalurkan BLT untuk warga terdampak Covid-19.

Bantuan yang disalurkan dilaksanakan di kantor Desa Labansari yang bekerjasama dengan Bank Jabar Banten (BJB), pada saat bantuan dilaksanakan bank bjb menerjunkan Mobil Kas Keliling bank BJB yang bisa langsung membantu warga dalam penerimaan BLT secara langsung.

Pemerintah Desa (Pemdes) dalam pelaksanaan pembagian BLT di Desa Labansari hadir Sekdes, aparatur desa dan tokoh masyarakat serta dibantu unsur Bimaspol, Babinsa dan Linmas mengamankan pelaksanaan BLT.

Dikesempatan yang sama hadir Ida Parida, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi memberikan statement kalau Desa Labansari merupakan desa yang tertib administrasi sehingga untuk realisasi BLT dapat dicairkan, “Administrasi di Desa Labansari sudah memenuhi syarat dan merupakan desa yang pertama di Kabupaten Bekasi untuk melakukan pencarian BLT”, jelasnya.

Ida pun menjelaskan bahwa semua unsur yang terlibat di Desa Labansari mampu bekerjasama dengan baik hal itulah yang membuat Desa Labansari menjadi Desa yang pertama dalam penyaluran BLT.

Desa Labansari dapat menjadi contoh untuk desa lainnya yang sedang mengajukan pencairan BLT agar segera diproses.

Saat pelaksanaan pembagian BLT Amak Gozali, Kepala Desa Labansari turut juga memberikan penjelasan terkait bantuan yang sedang berlangsung bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan jumlah Rp516.600.000,00 tahap pertama untuk BLT dengan penerima 287 KK penerimaan yang memenuhi syarat. “Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat melalui BLT yang bersumber dari APBN dengan jumlah kurang lebih Rp516.600.000,00”, jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya bekerja keras dalam proses pengelolaan BLT agar dapat segera terealisasi. Setiap waktu melakukan rapat dan melaporkan hasilnya kepada pihak terkait untuk segera diproses.

Amak juga berharap agar Virus Corona bisa musnah dari muka bumi sehingga bisa beraktivitas kembali. “Saya harap Corona ini segera berakhir dan musnah dari muka bumi terlebih sebentar lagi akan idul Fitri, supaya bisa salaman dan bersilahturahmi”, harapnya. (MIKO/HAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here