PURWAKARTA, Rajawalinews – Ketua Komunitas Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin akan melaporkan kasus ambruknya jembatan Bodem Desa Cijunti ke Kejari Purwakarta.

Sebab, diduga banyak kejanggalan dalam proses pembangunan jembatan tersebut. Hal tersebut diungkapkan Ketua  KMP, Zaenal Abidin saat mengunjungi Kantor Dinas Binamarga dan Pengairan Purwakarta, Selasa (14/4/2020).

Kunjungan KMP ini diterima Sekdis Dinas Binamarga dan Pengairan, Arif  dan Kabid Binamarga, Edi Sukandar. Pada kesempatan tersebut, ada beberapa pertanyaan KMP yang tidak bisa dijawab Binamarga.

“Saya ingin mempertanyan sejauh mana kualifikasi perusahaan yang mengerjakan jembatan Bodem. Mulai dari SIUJK dan SBU hingga kemampuan dasar perusahaannya,” ujarnya.

Selanjutnya, Zaenal mempertanyakan bagaimana perencanaan awal pembangunan jembatan jembatan tersebut sampai ambruk dalam waktu lima tahun.

“Jika alasan disebabkan faktor alam, karena tanah labil, bagaimana perencanaan awalnya. Panjang jembatan bodem hanya 14 meter dan lebar sekitar 10 meter, tapi tidak kuat lama. Sedangkan, jembatan kereta di wilayah Cikalong yang dibangun jaman Belanda dengan panjang ratusan meter tidak tergoyahkan. Jembatan akan bertahan lama jika perencanaan awal dan bagaimana kontruksi jembatan dibangun dngan tepat,” tuturnya.

Menanggapi pertanyaan KMP, Sekdis Dinas Binamarga dan Pengairan Arif Budiman menjelaskan, pemenang lelang jembatan Bodem, adalah CV Karya Indah yang dipimpin Novel Farid.

“Proyek jembatan Boden dibangun tahun 2015 dengan pagu Rp 1,880 M. Kami tidak bisa menjawab terkait kualifikasi, UIJK & SBU, serta kemampuan dasar perusahaan tersebut. Karena kami baru dua bulan di Binamarga,” katanya.

Arif menambahkan, pihaknya  menunggu hasil pemantauan Pusjatan untuk mengetahui penyebab ambruknya jembatan yang menelan korban satu jiwa.

“Kami tidak bisa membuat laporan yang tidak kuat buktinya. Hasil dari Pusjatan sangat kami tunggu untuk mengetahuinya,” ujarnya. (Vans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here