Purwakarta,  Berita Pemberantas Korupsi – Proyek  Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) 2019 di Desa Cigelam ditengarai sebagai proyek siluman. Pasalnya,  disejumlah pekerjaaan proyek tersebut terdapat kejanggalan antara nilai proyek dan kenyataan di lapangan.

Ketua Pusat Pengkajian Pembangunan Purwakarta (KP4) Budi P ketika ditemui, Kamis (20/2/2020) menjelaskan proyek penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat ditengarai sarat dengan penyelewengan.

Ia mencontohkan,  dari anggaran sebesar Rp 350 juta salah satunya pembangunan menara air dan rumah panel sebesar Rp 71.103.000 itu diduga di mark up.  Pasalnya,  hasil analisa dan pemantuan serta cross check ke rekanan ternyata pekerjaan pembangunan menara air ukuran 4×4 dengan ketinggian kurang lebih 3 meter hanya menghabiskan anggaran kurang lebih 25 juta. “Saya kaget ketika melakukan perbandingan antara hasil pekerjaan dan anggaran yang ada sangat jomplang. Saya menduga pekerjaan pembangunan menara air di mark up, ” kata Budi.

Selain itu,  pada paket pekerjaan pengeboran sumber air,  pihak satuan pelaksana teknis yang mengerjakan itu tidak menggunakan pipa galvanis yang merupakan standar pekerjaan PDAM. “Jadi mau bertahan lama dan terasakam manfaatnya oleh masyarakat,  kalau pekerjaannya itu sendiri dikerjakan secara tidak profesional, ” tandasnya.

Pihaknya juga mensinyalir pembentukan kepanitiaan program Pamsimas di Desa Cigelam dilakukan secara tidak benar. Dicontohkan,  Ketua Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) ini dijabat oleh orang yang tidak paham dan mengerti soal pekerjaan perpipaan.  Jadi ketika dalam kasus proyek ini mencuat, KKM tidak bisa mempertanggungjawabkan padahal secara legalitas KKM itu yang bertanggung jawab.

“Kasihan dong orang kecil dijadikan korban.  Orang tidak tahu paham dan mengerti ditunjuk jadi Ketua KKM, ” jelas Budi.

Pihaknya mengharapkan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti permasalaham proyek Pamsimas di Desa Cigelam agar tidak timbul kejadian serupa di tempat lain di kemudian hari.

Sementara itu,  pejabat sementara Kades Cigelam Endang saat ditemui mengatakan tidak tahu sama sekali masalah proyek Pamsimas dan silahkan menanyakan kepada Ketua KKM dan satlak teknis Pamsimas Desa Cigelam.

Lagi-lagi,  Ketua KKM Pamsimas Desa Cigelam Imat mengaku dirinya tidak paham masalah teknis perpipaan dan fisik proyek Pamsimas dan menyarankan wartawan menemui pegawai desa bernama Dadan.  (vans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here